HOME

(punya tulisan yg mau di share di medaners.com ???, silahkan kirimkan via email : kedemedan@gmail.com , SEGERA DITAYANGKAN!! :), dengan Tema : malam Jum'at= Horor , malam Sabtu&Minggu= Romantik , malam Senin= Komedi. Terimakasih telah berpartisipasi...)

Selasa, 08 Maret 2011

Jadi Anak SMP



A
ku merapikan diri di depan cermin. Hmmm… Perfecto… Aku tersenyum manis dan langsung keluar dari kamar menuju meja makan. Mama telah menyiapkan bubur ayam dan segelas teh manis panas. Tin-tin.. mobilku sudah menjemput.. “Ma.. Lyly berangkat dulu ya” pamitku pada mama. “Hati-hati ya nak” jawab mama.

Sekarang, aku bukan lagi Lyly anak kelas VI3 yang hanya menyendiri dan tidak bergaul pada orang yang ada di sana. Tapi aku sekarang adalah Lyly VII4 yang sudah duduk di bangku SMP. Hmmm… senangnya punya suasana baru dan memiliki peringkat ke tiga di kelas.  

KETIKA MASIH SD :

Tidak seperti dulu… menyendiri, tidak bergaul, dan malas belajar, bahkan aku tidak memiliki peringkat sepuluh besar semenjak berteman dengan orang-orang yang tidak memiliki kemauan dalam belajar. Dia adalah… musuh yang sekarang jahat padaku, terkadang ia baik padaku kalau ada maunya. Tapi aku tetap tidak menyukainya lagi. Namanya adalah Anggi. Setiap kali aku datang dan masuk ke kelas, Anggi selalu saja melihatku dengan wajah tidak senang. Tapi aku tetap menyapanya. “Hai Anggi” sapaku dengan santai.

Pelajaran akan dimulai, aku dan Evita akan mempersiapkan buku pelajaran. Evita adalah teman satu mejaku. Bel sudah berbunyi, pertanda akan memulai pelajaran. Semua murid bergegas masuk ke kelas dan bersiap untuk belajar. Ada beberapa murid yang membaca buku pelajaran yang akan di pelajari hari itu juga. Tetapi lain halnya dengan Willy yang hanya bermain saja. Yang membuat konsentrasi belajarku adalah Willy. Dia selalu saja mengajakku bermaindan bercerita di dalam kelas saat pelajaran berlangsung. Tapi, aku malah tergoda dengan ajakannya itu. Semenjak itu, temanku hanyalah Willy. Aku menjadi kurang pergaulan di sekolah. Banyak kelas VI1 sampai VI8 yang tidak mengenaliku, terkecuali kelas VI3.

KETIKA MASUK SMP :

Tapi karena  tahu akan duduk di bangku SMP, aku pun memiliki kemauan belajar yang kuat dan berteman dengan orang banyak. Saat itu aku dating ke SMP Antariksa untuk melihat pengumuman kelulusan penerimaan siswa di SMP Atariksa yang pernah di masukkan mama minggu lalu. Aku langsung lari ke papan pengumuman tersebut, dan…. Yeee… aku lulus dan bisa masuk ke SMP Antariksa. Aku mengikuti orientasi sekolah dan berkenalan dengan banyak orang. Lalu hari belajar pertama di mulai  dan aku giat belajar. Dan mendengarkan guru saat menerangkan pelajaran.



Tak terasa sudah ujian semester ganjil. Aku pun belajar dan bekerja keras agar  memiliki peringkat 10 besar. Dan pembagian rapor sebentar lagi. Bel berbunyi.. tanda masuk kelas. Kami menunggu guru wali kelas merapikan rapor yang akan di bagi. “Selamat Pagi anak-anak..” guru memberi salam. “Selamat Pagi bu..” jawab semua murid. “Ibu akan mengumumkan peringkat 1-3, selanjutnya lihat di rapor masing-masing.. peringkat keberapa kalian” kata bu guru. “Peringkat 1 diraih oleh.. Windy.. Peingkat 2 diraih oleh.. Nina.. dan Peringkat 3 diraih oleh.. Lyly..” kata bu guru sambil memberi rapor mereka bertiga.. Lalu bu guru akan  membagikan rapor untuk peringkat  4 ke bawah.



Hatiku sangat senang dan bahagia. Rasanya tak tahu mau mengatakan apa. Semenjak itulah, aku ingin lebih giat lagi untuk belajar. Aku berubah di anak yang menyendiri menjadi banyak teman dan suka berkenalan dengan orang banyak.

Libur telah tiba.. kegiatanku saat ini adalah membuat beberapa cerita karanganku sendiri. Selain membuat karangan, aku juga mengerjakan PR yang diberikan ibu guru sebelum libur semester ganjil. “Hmmm.. PR sudah selesai, sekarang tinggal melanjutkan karangan cerita yang kubuat dua hari yang lalu” pintaku dalam hati.

Ini adalah hari ke-empat aku libur. Tak terasa tiga hari lagi aku kembali masuk ke sekolah. Harus mengikuti upacara bendera di sekolah. “Hari yang menyebalkan.. kalau terlambat mengikuti upacara.. siap-siap deh mendapat hukuman agar disiplin waktu” pintaku dalam hati. Itu berarti.. aku harus disiplin waktu.. agar nantinya terbiasa untuk bergerak lebih cepat. Eh.. kalo di luar negri kata kiasannya ‘Waktu Adalah Uang’.. jadi, jangan sia-siakan waktu yang ada ya!

Ini adalah hari untuk aku kembali masuk ke sekolah. “Hmmm.. waktunya untuk kembali belajar..” hatiku berbicara. Aku pun berangkat ke sekolah seperti biasa.. sarapan dengan roti panggang sesuai kemauanku dan segelas susu coklat yang hangat. Selesai sarapan pagi, aku bergegas menuju ke mobil. Setelah sampai di sekolah.. aku langsung meletakkan tasku di atas kursi kelasku dan mengambil topi upacara. “Huh.. untung saja belum terlambat, kalau terlambat bisa di hukum sama pak Ahmad nih..” pintaku dalam hati sambil menuruni tangga.

Upacara sudah di mulai.. semua murid melangsungkan upacara dengan tertib. Saat pembacaan Undang-Undang.. ada seorang anak perempuan yang jatuh pingsang. Lalu petugas UKS langsung mengangkatnya ke ruang UKS. Setelah anak itu sadar, ada seorang guru yang menanyai anak itu. “Mengapa kau bisa pingsan nak?” Tanya guru itu. “Saya belum sarapan bu.. saya takut tidak sempat mengikuti upacara dan akan dihukum oleh pak Ahmad” jawab anak itu. “kenapa tidak kamu jadikan bekal saja?” Tanya guru itu lagi. “Tadi saja saya hampir terlambat masuk ke gerbang sekolah.. kalau saja saya bangun lebih pagi, pasti tidak akan jadi seperti ini. Maafkan saya bu” jawab anak itu kemudian. “Tidak apa.. tapi jangan ulangi lagi ya.. sekarang kamu makan saja dulu di kantin.. nanti ibu lapor sama guru wali kelasmu” kata guru itu. “Terima kasih ya bu” kata anak itu kemudian.

Setelah Upacara Bendera semua murid kembali ke dalam kelasnya masing-masing. Pelajaran akan dimulai, guru B. Inggris sudah datang. “Good Morning Students” bu Ima memberi salam. “Good Morning Mam” jawab semua murid. “Sekarang kita akan mengerjakan kisi-kisi soal ujian semester genap” bu Ima memberitahu. “kapan kita akan mengikuti ujian semester genap bu?” Tanya salah seorang murid, siapa lagi kalau bukan Winda, anak yang berani bertanya pada siapa pun. “Kita akan ujian 14 hari lagi, mungkin tanggal 20” jawab bu Ima.

Bel berbunyi, tanda jam istirahat. “Ly.. ke kantin yuk!” ajak Amel. “Lain kali aja ya Mel.. aku mau bahas kisi-kisi soal yang diberikan bu Ima tadi, kan bentar lagi mau ujian..” jawabku pada Amel. “Ya Ampun Ly.. ujiannya kan masih 14 hari lagi.. tapi, ya udah deh kalo kamu enggak mau.. aku enggak maksa kok” jawab Amel. Tet..tet..tet.. bel berbunyi. Semua murid masuk ke dalam kelas. Namun ketua kelas memberitahukan bahwa hari ini pulang agak cepat, karena semua guru akan rapat untuk ujian kelulusan kakak kelas 3 nanti.
Tak terasa ujian semester genap tinggal 2 hari lagi. Yaitu pada hari Senin tanggal 20 Januari. “Duh.. hari Senin pelajaran Matematika, IPA, dan PKN.. pelajaran yang paling tidak kusukai bertepatan pada satu waktu yang sama.. Gimana nih? Harus belajar super duper EXTRA dong..” pintaku dalam hati. Ini hari Senin untuk ujian semester genap, “semoga Lyly bisa mengikuti ujian itu. Amin.” Aku berdoa sebelum berangkat sekolah. Sesampai di sekolah, aku bersiap untuk mengikuti ujian.

Bel sudah berbunyi, guru pengawas membagikan kertas soal dan kertas jawaban. Semua murid mengerjakan soal-soal yang diberikan. “Syukurlah soal-soal yang diberikan bisa ku isi dengan mudah” hatiku berbicara sambil mengisi soal nomor 16. Semua soal ujian yang diberikan dari hari pertama sampai terakhir bisa terjawab dengan mudah saja. Itu artinya pergunakanlah waktu yang ada untuk belajar. Tapi bukan berarti hidup hanya untuk belajar.


SELESAI



                                                                       by : Omay Lase , umur 12 thn