Di sebuah kota tua yg kecil ada seorang kakek tua yg gak punya kaki. Satu2nya cara dia begerak dgn menyeret dirinya pakek kuku2nya yg pjg.
Kakek itu jg seorang pembunuh. Dia menyelinap di kota itu dan membunuh mangsa2nya dgn kuku2 panjangnya. Hal itu berlangsung di malam hari.
Krn byknya kasus pembunuhan yg terjadi, maka org2 diperintahkan untuk gak keluar rumah diatas jam 6 malam dan mengunci rumah mereka.
Suatu hari, seorang gadis kecil mintak ijin ke mamaknya buat maen ke rumah kawannya. Anak kecil ini teman satu sekolahnya Lusi (Arabela).
Krn nengok jam masih 4 sore, mamaknya ngasih ijin dgn catatan pulang maksimal jam 6 krg 15mnt. Mamaknya blg jam 6 wkt "klik-klik" keluar.
Oya, "klik-klik" itu sebutan buat kakek tua tadi. Karna suara dari kukunya yg menggaruk tanah.
Gadis kecil tadi setuju dan langsung gerak ke rumah kawannya. Dia bermain dan terus bermain. Saking senangnya dia lupa waktu. Jam 17.48.
Tiba2 dia lgs teringat. Dia lgs ijin pulang ke kawannya. Ketika dlm perjalanan pulang dia liat org2 buru-buru mengunci pintu rumahnya msg2.
Gadis kecil td dgn langkah yg cepat menuju ke rumahnya yg msh jauh. Akhirnya dgn berlari dia tiba di jalanan rumahnya. Rmhnya kira2 15m lg.
Pas nyampek di jalanan rumahnya, dia berhenti sebentar trs mendengar ada bunyi "klik-klik" dari kejauhan. Dia kaget! Langkahnya mjd berat.
Suara klik-klik semakin keras dan mendekat. Gadis kecil td memaksakan lari menuju rumahnya. Semakin dia berlari suara itu smkn dekat.
"Klikkk.. kliikk.. klakk kliikk..." Anak kecil td tiba di depan pintu rumahnya. Dia menggedor2 pintunya. Tapi gak ada yg bukain.. Kikkk...
Klikk klikk klakkk klikkkk suara itu semakin kuat. Gadis kecil itu trs menggedor dan menggedor... dan... Suara terhenti. Hening.
Dari dalam rumah terlihat ibunya sedang tertidur. Hingga pagi menjelang..
Keesokan paginya, mamaknya bangun dan teringat bhw putrinya blm ada di rmh. Dia membuka pintu rumahnya dan langsung menjerit histeris.
Mamaknya melihat di depan rumahnya berlumuran darah dan langkah dgn bercak darah. Tapi gak ada tubuh anaknya. Dia menjerit sejadi-jadinya!!
Di lumuran darah itu terdapat tulisan: "Ibu, mengapa kau tidak membuka pintu untukku?" Dan gadis kecil yg malang itu gak pnh terliat lg.
Jauh beberapa hari dari kejadian itu, pembunuhan gak pnh terjadi lg. Kakek tua itu seakan tiba2 menghilang. Tapi suasana kota semakin sepi.
Banyak warga setempat yg mulai mengungsi ke kota lain. Tapi tidak dgn satu orang wanita tua yg rumahnya terletak di sudut kota itu.
Wanita tua ini hidup seorang diri dan hanya ditemani oleh seekor anjing piaraannya. Kemana2 selalu dgn anjing tersebut.
Saat itu kota tua itu sdg dilanda musim dingin. Anjing tadi kalok tidur selalu di depan perapian gak jauh dari depan kamar wanita tua itu.
Wanita tua itu gak mengijinkan anjingnya masuk ke kamarnya. Tapi ketika dia mimpi buruk atau sdg takut, dia menyuruh anjingnya menemani.
Kebiasaan anjingnya adalah ketika tangan wanita tua itu ke bawah ranjangnya maka anjing itu mulai menjilat2 tangan wanita itu.
Suatu malam wanita tua itu baca koran sebelum tidur. Dia menggigil & menarik selimut saat dia baca bhw "klik-klik" kembali ke kota tua itu.
Wanita tua itu sengaja membuka sedikit pintu kamarnya biar suatu saat dia panggil anjingnya bs dgn mudah msk kamarnya. Dia mematikan lampu.
Wanita tua itu mencoba tidur tp dia gak bisa tidur. Dia kebayang dgn berita yg ada di koran. Dia gelisah dgn menutupi mukanya pake bantal.
Dia memanggil anjingnya dgn suara parau. Tangan kanannya berada di bawah ranjang dan dia mulai merasa tangannya dijilati oleh anjingnya.
Wanita tua itu merasa agak tenang & aman ketika tangannya dijilati oleh anjingnya hingga dia memindahkan bantal trs membuka matanya dan....
Matanya tertuju ke depan perapian dimana dia melihat anjingnya tengah tidur2an di karpet serta mengibas2kan ekornya.
Dari celah sedikit pintu kamarnya yg terbuka dia yakin dengan pandangan yang dilihatnya. Jantungnya berdegup kencang!
Di samping bawah tempat tidurnya, sesuatu masih menjilati tangannya.
---sekian---
by akun twitter @anakmedannn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar